User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

  1. Sekolah Dasar & Sekolah Menengah
    Pada jenjang pendidikan SD/SMP, penulis menyarankan kepada para orangtua untuk tidak mengirimkan anaknya untuk sekolah ke luar negeri kecuali dengan kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksudkan adalah apabila sang anak mengikuti orangtuanya yang pindah tugas ke luar negeri. Anak-anak dalam kategori usia ini menyesuaikan diri dengan sangat cepat terhadap lingkungannya dan sedang mencari jati diri mereka sehingga memerlukan figur-figur yang akan menjadi idolanya. Saat-saat seperti ini anak perlu tumbuh di dalam keluarga yang utuh (Ayah dan Ibu), berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga seperti kakak adiknya serta kakek neneknya. Disamping itu mereka juga perlu bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya dalam suasana lingkungan yang lebih bersahabat baginya.

    Perkembangan kejiwaan yang positif dalam kategori usia ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya kelak nanti. Usia kritis ini memerlukan perhatian dan bimbingan yang penuh dari kedua orangtuanya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kedekatan emosional sang anak dengan anggota keluarga yang lain akan menentukan hubungan keakraban keluarga di masa yang akan datang.

    Jika dengan pertimbangan yang matang anda akan tetap menyekolahkan anak anda ke luar negeri, maka biasanya pilihan negara akan jatuh kepada negara-negara yang lokasinya dekat dengan Indonesia, misalnya Singapore, Malaysia ataupun Perth-Australia.

  2. Sekolah Menengah Atas
    Pada jenjang pendidikan SMA, boleh-boleh saja para orangtua mengirimkan anaknya dengan catatan tertentu. Pada dasarnya anak-anak pada jenjang SMA mulai terbentuk karakternya, dimana orangtua bisa melihat dengan lebih jelas apakah anaknya sudah siap untuk dilepas. Kesiapan yang dimaksud adalah si anak sudah cukup dewasa pembawaannya, sudah memiliki tanggung jawab dan bisa mengatur diri sendiri. O Level dan A Level termasuk ke dalam kriteria SMA ini. Belakangan semakin banyak siswa yang mengambil studi SMA di luar dengan pertimbangan akan lebih mudah adaptasi akademis mereka jika akan melanjutkan jenjang universitas.

  3. Jenjang Universitas
    Inilah usia yang paling ideal untuk belajar keluar negeri. Murid-murid dalam kelompok usia relative sudah jauh lebih dewasa secara emosional. Setelah melewati masa kecil sampai remaja, karakter mereka sudah terbentuk, tidak gampang untuk dipengaruhi dan sudah memiliki tujuan yang lebih jelas. Dibandingkan dengan jenjang S2 (Pasca Sarjana) yang masa kuliahnya relatif lebih pendek, murid di jenjang S1 yang masa kuliahnya antara 3–4 tahun memiliki waktu yang jauh lebih memadai untuk menguasai bahasa asing, mengenal budaya orang lain, belajar tentang kebiasaan hidup, cara berpikir dan etos kerja yang berbeda untuk dapat diambil segi-segi positifnya. Termasuk di dalamnya program pra-university (foundation/certificate/diploma) yang merupakan pathway menuju program S1.

  4. Pasca Sarjana (S2 Dan S3)
    Untuk siswa yang belum berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di luar negeri, maka kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Di jenjang S2, murid sudah mengarahkan studinya ke bidang keahlian yang lebih spesifik, sehingga lebih ideal bagi mereka yang sudah bekerja. Setelah bekerja selama beberapa tahun, pelajar lebih mengetahui keahlian apa yang masih diperlukan untuk kemajuan karirnya. Segi negatif dengan bekerja terlebih dahulu adalah pelajar menjadi malas untuk melanjutkan pendidikan lagi setelah mengenal uang apalagi bagi yang telah mempunyai jabatan yang lumayan baik.

    Fakta menunjukkan cukup banyak siswa yang langsung meneruskan ke jenjang S2 setelah menyelesaikan jenjang S1. Keputusan ini boleh–boleh saja asalkan siswa sudah yakin dengan pilihannya dan rencana karir yang akan ditekuni di masa depan.
 
Konsultasi Gratis

Isi formulir registrasi di bawah ini:

Powered by BreezingForms